RSS

Umar dan Ibnu Abbas

Pada suatu hari Umar bin Khatab sedang merenung, kemudian ia memanggil Ibnu Abbas dan bertanya kepadanya:
“Bagaimana umat ini dapat berselisih, padahal nabinya satu, kitabnya satu dan kiblatnya juga satu?”
Ibnu Abbas menjawab : “Wahai amirul mukminin, sesungguhnya Al Quran diturunkan kepada kita, kemudian kita membacanya, dan kita mengetahui berkenaan dengan apa ayat-ayat Al Quran itu diturunkan. Dan sesungguhnya setelah zaman kita nanti akan ada orang-orang yang membaca Al Quran dan tidak tahu berkenaan dengan apa ayat-ayat Al Quran itu diturunkan, sehingga masing-masing kelompok akan memiliki penafsiran sendiri-sendiri tentangnya. Dan apabila setiap kelompok telah memiliki penafsiran sendiri-sendiri, maka mereka akan berselisih. Dan apa bila mereka telah saling berselisih, niscaya mereka akan saling berperang.”
Maka Umar menariknya dengan kuat dan memarahinya. Lalu Ibnu Abbas berpaling dan pergi.

Kemudian selang beberapa saat, Umar memanggil kembali Ibnu Abbas dan telah memahami dan menyetujui jawabannya. Dan berkata :
“Ulangi sekali lagi jawabanmu itu.” (HR. Sa’id bin Manshur dalam kitabnya as Sunnan 1/176 no 42.)

Oleh karena itu wajib bagi kita dalam memahami agama ini mengikuti pemahaman para sahabat dan ulama-ulama yang mengikutinya. Terutama ulama ahli hadist yang mengetahui ilmu hadist baik sanad maupun matannya, dan mengetahui syarahnya.
Sebagaimana perkataan Al Imam Ahmad: “Aku tidak tahu siapa lagi golongan selamat itu kecuali ahli hadist.”
Perkataan Imam Ahmad itu bukan tanpa sebab, karena ahli hadist adalah penyambung lisan Rasulullah, penyelamat hadist dari orang-orang yang memalsukan hadist dan dari hadist-hadits yang lemah.

Al Imam As syathibi berkata : “Diantara sebab-sebab tersesatnya ahlu bid’ah ialah: mereka selalu mengira-ngira maksud Al Quran dan as sunnah yang keduanya menggunakan bahasa arab, sedangkan mereka tidak menguasai ilmu bahasa arab yang dengannyalah maksud Allah dan Rasulullah dapat diketahui. Sehingga mereka menyeleweng dari syariat dengan pemahaman dan keyakinan mereka itu. Sebagaimana mereka juga telah menyelisihi ulama-ulama (ahli hadist) yang telah mendalam ilmunya. Dan yang menjadikan mereka terjerumus ke dalam semua ini, karena mereka begitu percaya pada diri mereka sendiri. Dan menganggap mereka telah mampu untuk berijtihad dan menyimpulkan hukum.” (Al I’ithisham 1/172.)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 30, 2013 in Me and My Notes

 

Bahaya Saat Penom

PENOM!!!

Begitulah mahasiswa menyebutkan rangkaian kegiatan olahraga yang saat ini sedang berlangsung di STKS. Penom  merupakan singkatan dari Pekan Olahraga Mahasiswa. Kegiatan akbar ini sering diadakan di STKS setiap tahun, yang diorganisasikan panitia yang dipilih melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Berbagai pertandingan yang diadakan diadakan diantaranya futsal, badminton, catur, voli, dan sebagainya.

Kalau melihat olahraga yang dipertandingkan akan menjadi daya tarik bagi mahasiswa STKS. Selain daya tarik yang menjadi perhatian, pekan olahraga mahasiswa ini mempunyai beberapa tujuan yang bermanfaat diantaranya: pertama, meningkatkan semangat kebersamaan diantara tim yang bertandingan; kedua, memelihara kekerabatan memalui pertandingan-pertandingan yang diadakan diantara mahasiswa STKS; dan ketiga, menggali potensi tiap individu sesuai dengan minat dan bakat. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 17, 2013 in Me and My Notes

 

((Kisah Benar Pelajar Dapat Bantuan Allah Waktu Peperiksaan ))

… Ini adalah kisah benar yang berlaku di dewan peperiksaan di salah sebuah sekolah. Kisah ini diceritakan oleh salah seorang guru wanita yang berada dalam dewan peperiksaan tersebut.

anak muda yang berbakti

Ceritanya begini :

Terdapat salah seorang pelajar masuk ke dewan peperiksaan dalam keadaan keletihan dan tertekan. Dia duduk di tempat yang telah dikhaskan untuknya.
Kemudian dia menerima kertas ujian dan setelah berlalu masa ujian beberapa ketika guru

tersebut mendapatinya tidak menulis apa-apa pun pada kertas jawapannya sehingga berlalu separuh masa peperiksaan. Maka guru tersebut mula memberi perhatian yang lebih kepadanya.

Tiba-tiba pelajar tersebut mula menulis dan menjawab semua soalan dengan pantas dan ini mengejutkan guru yang memerhatikannya sejak tadi. Pelajar tersebut menjawab semua soalan peperiksaan dengan baik. Ini menambahkan lagi rasa ragu-ragu pada guru tersebut dan dia beranggapan pelajar tersebut telah menggunakan taktik baru dalam meniru. Tetapi guru tersebut tidak menjumpai apa-apa tanda yang pelajar itu telah meniru dalam peperiksaan.
Setelah pelajar itu menyerahkan kertas jawapannya, guru telah bertanya kepadanya apa yang berlaku sebenarnya.

Dan jawapannya amat mengejutkan dan menyentuh perasaan. Tahukah anda apakah jawapan pelajar itu?
Pelajar tersebut menceritakan : “semalam saya berjaga sepanjang malam sehingga subuh. Saya dalam keadaan tidak sihat dan menjaga ibu saya yang sakit tanpa sempat untuk mengulangkaji untuk ujian keesokannya. Maka sepanjang malam saya menjaga ibu dan saya datang menghadiri peperiksaan dengan harapan aku dapat melakukan sesuatu dalam peperiksaan nanti.
Saya melihat soalan-soalan namun tidak dapat menjawabnya. Saya hanya berdoa kepada Allah dengan amalan terbaik yang saya lakukan iaitu berbakti kepada ibuku semata-mata kerana Allah.

Tidak lama selepas itu, Allah memakbulkan doa saya dan seolah-olah saya nampak buku di depan. Saya mula menulis dengan pantas. Itulah yang saya dapat dan amat bersyukur kepada Allah kerana menerima permohonan saya.

Kisah yang menakjubkan ini menjelaskan bahawa betapa besarnya ganjaran berbuat baik kepada ibu bapa dan merupakan amalan yang paling Allah sukai. Maka Allah membalasnya dengan memberi kebaikan kepadanya kerana berbakti kepada orang tua.

Aku menyeru kepada sesiapa yang masih mempunyai ibu dan bapa agar berbaktilah kepada mereka untuk mencari keredaan Allah sebelum mereka pergi meninggalkan kita.

Sumber : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=157155914449508&set=a.146041785560921.1073741825.142744822557284&type=1

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 10, 2013 in Me and True Stories

 

Catatan Dakwah (1)

ini bahan renungan untuk kita semua..

  1. Seberapa habis tenaga kita keluarkan untuk dakwah ?
  2. Seberapa sering airmata kita menetes  di jalan dakwah ?
  3. Seberapa lelah kaki kita melangkah untuk berdakwah ?
  4. Seberapa banyak waktu yang kita luangkan untuk perjuangan dakwah mengembalikan kehidupan seperti yang Rasulullah SAW dan para sahabatnya perjuangkan ?
  5. Apakah kita Abu Bakar ?? Umar Bin Khatab??? Khalid Bin Walid ??? Pejuang kah ????
  6. Sudahkah kita mendakwahi  sekeliling kita? Orang tua kita? Teman kita?
  7. SIAPAKAH KITA ????
  8. Adakah doa-doa kita untuk para pejuang Islam di manapun mereka?
  9. Adakah kita menangis, memohon ampun saat ada amanah dakwah yang terlewat, saat ada kekhilafan saat menanggung dan mengharmonikan peran sebagai anak, kakak,adik, sahabat, ibu dan anggota masyarakat??

 

RENUNGKANLAH WAHAI SAHABATKU…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 8, 2013 in Me and My Notes

 

Catatan Politik (1)

Menurut Prof. Asep Warlan Yusup yang juga merupakan salah seorang pengajar di Unpar, Kota Bandung, mengatakan bahwa ada tiga kejahatan Pemerintah Indonesia terdapat, yakni:

  1. Kejahatan Korupsi
  2. Kejahatan atas Intervensi Asing
  3. Kejahatan atas Perlakuan Pemerintah atas Rakyat

Hal ini pula seiring dengan kondisi rakyat, dimana rakyat mengalam kondisi yang tidak baik untuk merespon kejahatan pemerintah:

  1. Masyarakat tidak tahu bahwa haknya dilanggar
  2. Masyarakat tahu haknya dilanggar dan tidak tahu menyelesaikannya
  3. Masyarakat tahu haknya dilanggar dan tidak mampu menyelesaikannya
  4. Masyarakat tahu haknya dilanggar dan mampu menyelesaikannya akan tetapi terhalangi oleh trauma atas perbuatan represif pemerintah pada masa lalu.

 

Informasi diperoleh dari diskusi politik dalam acara HALAQOH ISLAM DAN PERADABAN yang diadakan oleh DPD II HTI Kota Bandung di Masjid An-Nur Biofarma pada tanggal 31 Maret 2013

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 1, 2013 in Me and My Notes

 

Pahlawan Aqidah dan Jihad

Di zaman Khalifah Umar bin Khattab Ra, pasukan kaum muslimin dikirim untuk menggempur dan menghalau pasukan Romawi yang mengancam keutuhan negara Islam.

Ketika kedua pasukan itu sedang berkecamuk, Hercules, kepala Negara Romawi, berhasil menawan hidup-hidup seorang sahabat yang mulia, Abdullah bin Hudzaifah Ra dan beberapa orang tentara muslim.

pejuang Islam

Kaisar Romawi memerintahkan prajuritnya agar tawanan perang itu dihadapkan dan dipaksa masuk agamanya (nasrani). Kaisar berusaha membujuknya. Katanya, “Hai Abdullah! Kalau engkau masuk agama kami, maka kau akan diberi kekuasaan setengah dari kekaisaranku ini…!”

Namun Abdullah bin Hudzaifah Ra menjawab, “Hai Hercules! Meskipun Anda menjanjikan dunia seluruhnya kepadaku, aku tetap tidak sudi menukarkannya dengan agama yang dibawa Muhammad SAW!”

Hercules Penasaran. Dia berkata lagi, “ Hai Abdullah! Kalau engkau tidak masuk agamaku, maka kami akan menyiksamu dengan siksaan yang pedih!”

Ancaman itu dijawab Abdullah dengan berani, “Anda hanya bisa menyiksa tubuh fana, sedang rohku, sudah kuserahkan kepada Alloh SWT.”

Karena tidak mempan juga dengan ancaman, maka Hercules memerintahkan prajuritnya agar Abdullah disalib. Kedua tangan dan kakinya dibidik dengan anak panah. Setiap kali terkena anak panah, tidak satu ucapan rintihan pun yang keluar dari mulutnya, selain ucapan : Laa ilaaha illallah.”

Akhirnya Hercules memerintahkan agar Abdullah diturunkan dari tiang gantungan. Tapi kemudian dia memerintahkan pasukannya untuk memasak ait sampai mendidih, dan kemudia memerintahkan kepada Abdullah masuk ke dalam air mendidih tersebut. Katanya, “ Hai Abdullah! Kalau engkau masih tidak mau juga masuk Nasrani, kau harus masuk sendiri ke dalam qidir yang mendidih itu, atau kami yang akan memaksamu masuk!”

Abdullah bin Hudzaifah Ra hanya diam saja dan menghampiri qidir itu. Setiba di dekatnya, ia menangis. Melihat Abdullah menangis, Hercules amat gembira. Dengan nada girang ia bertanya, “Hai Abdullah, kenapa engkau menangis?”

Abdullah bin Hudzaifah Ra menjawab, “Demi Alloh, aku menangis bukan karena takut. Aku tahu kalau tidak sekarang besok pun aku akan mati dan kemabali kepada Alloh SWT. Aku hanya menyesal karena hanya memiliki satu nyawa saja yang bisa dipersembahkan kepada Alloh. aku ingin memiliki seratus nyawa yang Anda siksa di jalan Alloh…”

Hercules amat kecewa mendengar jawaban Abdullah. Setelah dengan ancaman dan siksaan tidak berhasil, maka dia menggunakan cara lain dengan menyodorkan wanita yang amat cantik kepada Abdullah. Hercules memerintahkan pasukannya agar Abdullah bin Hudzaifah Ra dikurung dalam sebuah kamar semalam suntuk bersama seorang wanita yang cantik jelita dan pandai merayu.

Keesokan harinya Hercules bertanya kepada perempuan itu tentang apa yang terjadi semalam. Perempuan iu menjawab, “Saya mohon maaf baginda, saya tidak mengerti kepada siapa baginda mengirim saya, apakah kepada seorang manusia atau kepada batu. Setiap kali saya melangkah dihadapnnya, setiap kali itu pula ia mengucapkan : Laa ilaaha illallah!”

Karena masih belum “mempan” juga upaya Hercules, maka dia memasukkan Abdullah ke dalam sebuah sel. Disitu Abdullah bin Hudzaifah terkunci seorang diri, dia tidak diberi makan dan minum selama tiga hari, selain diberi daging babi dan minuman keras. Selam tiga hari itu dia diamati dari jauh oleh Hercules. Ternyata ia sama sekali tidak menyentuh makanan dan minuman yang diharamkan-Nya. Dia hanya sholat dan dzikir menyebut asma Alloh SWT. Setelah tiga hari, Hercules bertanya kepadanya, “Kenapa engkau tidak makan dan minum, padahal engkau dalam keadaan terpaksa?”

Abdullah bin hudzaifah menjawab, “Aku khawatir musuh-musuh agama Alloh akan bersuka cita kalau melihat akau melanggar larangan agama Alloh.”Setelah upayanya tidak berhasil merubah sikap Abdullah, akhirnya Hercules memanggil Abdullah Ra. Dia berkata, “ Hai Abdullah! Aku akan membebaskanmu dengan sayarat engkau mau mencium kepalaku.”

Abdullah bin Hudzaifah menjawab, “Aku bersedia kalau semua kawan-kawanku dibebaskan juga!”

Akhirnya Hercules mengeluarkan surat pembebasan Abdullah dan kawan-kawannya. Setelah dibebaskan Abdullah bersama kawan-kawannya pulang kemabali ke Madinah dan menghadap Amirul Mukminin, Umar bin Khattab Ra menceritakan semua kisahnya dengan Hercules, juga dikisahkan tentang keadaan Romawi Timur yang diketahuinya. Dia juga mberkisah bahwa dia dibebaskan setelah mau mencium kepala Hercules. Setelah mendengar kisah terakhir ini, Khalifah Umar Ra memerintahkan kaum muslimin yang hadir supaya mencium kepala Abdullah bin Hudzaifah Ra sebagai penghargaan atas kepahlawanan dan keteguhan imannya!

Pelajaran Hidup dari Kisah Abdullah bin Hudzaifah Ra

Pelajaran berharga yang dapat diambil dari kisah diatas adalah betapa kuatnya seorang muslim mempertahankan nilai-nilai (baca: aqidah) yang telah ia tanam dalam hatinya. Sehingga segala sesuatu yang akan merusak dan menghancurkannya (godaan akan kesenangan dunia, ancaman kematian dan siksaan) akan selalu dibentengi dan dihadapi dengan ketabahan dan keikhlasan. Menjaga kesucian aqidah dari segala sesuatu yang akan mengotorinya dan menghalau segala rintangan untuk menegakkan syariat Islam.

Inilah keistiqomahan dari seorang hamba Alloh SWT yang bernama Abdullah bin Hudzaifah Ra…

Begitu pula dengan sebuah kelompok dakwah dalam menjalankan aktivitas dakwahnya. Dimana pelaksanaan amar ma’ruf nahi munkar menjadi aktivitas utamanya. Karena hal tersebut merupakan perintah dari Alloh SWT.

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran: 104)

Tujuan aktivitas dakwah  adalah satu yakni agar seluruh kehidupan manusia sesuai dengan rambu-rambu (syariat) Islam. Dengan kata lain terwujudnya kehidupan Islam bagi seluruh umat manusia dimana aturan-aturan Alloh terlaksanakan dengan sempurna.

Akan tetapi aktivitas ini  tidak akan berjalan lancar/mudah. Sebab mengajak  manusia agar meninggalkan segala perbuatan yang bertentangan dengan syariat serta mengajaknya untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Alloh Ta’ala akan terasa sulit.

Kesulitan yang pertama adalah kesadaran manusia yang rendah akan tujuan hidup.Dimana tujuan hidup bersifat materilistik. Dimana hidup didunia yang hanya sesaat ini harus diisi dengan meraih segala kesenangan yang ada walaupun itu bersebrangan dengan ajaran Islam. Padahal Alloh telah memerintahkan untuk senantiasa beribadah.

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz dzariyat: 56)

Yang kedua adalah budaya yang rusak dalam masyarakat yang menganggap sesuatu yang walaupun bertentangan dengan Islam merupakan hal yang wajar (tidak merasa takut akan ancaman Alloh). Contohnya adalah pacaran, walaupun Islam melarang akan tetapi kebanyakan orang tidak terlalu memperhatikannya bahkan menghiraukannya. Sedangkan sesuatu yang sesuai dengan Islam dianggap aneh. Contohnya wanita yang memakai jilbab dan memakai cadar dianggap orang aneh bahkan ada juga yang mengatakan pengikut aliran sesat. Padahal Islam tidak melarang hal tersebut.

Kesulitan lain yang jauh lebih besar adalah tindakan represif dari pemangku kekuasaan (baca: pemerintah) untuk menghalangi aktivitas dakwah. Hal ini dapat kita saksikan di berbagai media bahwa ulama-ulama di beberapa negara ditangkap dan disiksa oleh pemerintah karena usahanya menyampaikan Islam ketengah-tengah masyarakat. Bahkan ada juga dicap sebagai teroris. Belum lagi negara-negara di eropa yang melarang bagi setiap muslimah  untuk memakai jilbab dalam kesehariannya. Hal ini sungguh sangat memilukan.

Kelompok (jama’ah) dakwah juga tidak lepas dari halangan dan rintangan ini. Dimana adanya upaya dari pihak-pihak tertentu untuk menghalangi kegiatan dakwahnya. Tidak sedikit mereka seringkali mendapat ancaman/ pemboikotan kegiatan dan sebagainya. Bahkan akan dilakukan upaya pembubaran melalui mekanisme pembuatan payung hukum.

Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. (QS. Ibrahim : 46)

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.( QS. At-Taubah : 32)

Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa ( QS. Al Mujadilah : 21)

Semua ini merupakan hambatan/rintangan yang harus dihadapi oleh sebuah kelompok dakwah. Namun kelompok ini tidak perlu mengkhawatirkan. Karena justru hal tersebut merupakan sebuah cobaan bagi keikhlasan dan kesabaran atas keistiqomahannya menjalankan aktivitas dakwah. Dengan keistiqomahan ini, maka insyaalloh, Alloh akan senantiasa memberikan pertolongan.

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).( QS. Al-Fath : 1-3 )

Ingatlah akan aktivitas dakwah Rosululloh SAW, dimana walaupun beliau mendapatkan ancaman dan tawaran keduniaan agar beliau meninggalkan urusan dakwahnya. Namun hal tersebut tidak pernah menghentikan langkah Beliau untuk terus menegakkan kalimatul Haqq (Laa ilaaha ilallah).

Renungkan firman Alloh Ta’ala dibawah ini:

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Fushshilat: 30-32).

Selesai dibuat

Pada tanggal 30 Maret 2013 di Kamar 34 Aspa Biru STKS

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 30, 2013 in Me and True Stories

 

DILEMA UPAH DKI JAKARTA, akar masalah dan solusinya

Oleh : Ruman Syahfudin (Mahasiswa SP-1 STKS Bandung)

Jakarta, GATRAnews – Urusan upah buruh di Jakarta membuat pusing Gubernur Joko Widodo (Jokowi). Bak makan buah simalakama. Pro pengusaha, buruh marah. Membela buruh, pengusaha kabur.

Keruwetan itulah yang kini dihadapi Jokowi selaku Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya, setelah ditetapkannya upah minimum DKI Jakarta sebesar Rp 2,2juta, puluhan perusahaan mengancam akan memindahkan pabriknya ke wilayah lain.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi. Menurut Sofjan, akan ada 90 perusahaan yang sudah memastikan bakal merelokasi pabrik dari Jakarta dan sekitarnya ke Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Alasan utama dari relokasi ini, kata Sofjan, adalah permasalahan upah minimal provinsi yang naik hingga 40 persen di DKI jakarta dan Sekitarnya, sedangkan upah di Jatim dan Jateng masih sekitar Rp1 juta. Para pengusaha akhirnya mencari lokasi dimana upah bisa menjadi lebih murah. Perusahaan yang merelokasi pabriknya kebanyakan bergerak dalam sektor manufaktur dan garmen, yang merupakan sektor padat modal.

Sofjan mengungkapkan, para pengusaha ini akan menyelesaikan prosesnya dalam waktu 9 bulan karena mereka membutuhkan waktu untuk melakukan training kepada karyawannya dan juga menyiapkan pesangon bagi karyawan yang ada di Jakarta.

Para pengusaha lebih memilih untuk melakukan pemecatan secara diam-diam dan bertahap. Namun, Sofjan memastikan dalam tahun ini 90 perusahaan yang memiliki 2.000 karyawan itu akan hengkang.

Pada November tahun lalu, Dewan Pengupahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan besaran nilai Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta pada 2013 sebesar Rp2.216.243. “UMP ini 112 persen dari besaran Kebutuhan Hidup Layak Jakarta,” ujar Ketua Dewan Pengupahan DKI Jakarta, Dedet Sukendar.

Tingginya biaya birokrasi

Selama ini, bagi kalangan pengusaha, sebenarnya beban biaya buruh tidak terlalu besar dalam struktur biaya produksi. Persoalannya, beban yang sangat berat untuk ditanggung kalangan pebisnis di Indonesia selama ini adalah besarnya biaya birokrasi yang tidak pasti (uncertainty). Di antaranya, karena masih rumitnya prosedur birokratis sehingga semakin banyak munculnya biaya perizinan. Biaya perizinan itu masih harus ditambah dengan biaya yang tidak terduga dalam bentuk upeti atas permintaan oknum dan sebagainya.

Di sektor industri perumahan saja, misalnya, biaya perizinan untuk mengembangkan sebuah kawasan perumahan dan permukiman sangat membebani struktur biaya konstruksi dalam porsi signifikan. Di beberapa daerah, misalnya, tiap rumah sederhana yang dibangun masih dibebani dengan biaya perizinan hingga dua sampai lima juta rupiah per unit. Begitu juga hal serupa sering terjadi di Sektor lain

Terjebak Sistem Ribawi

Kebutuhan modal bagi para pengusaha saat ini hampir seluruhnya mengandalkan pinjaman modal dari system ribawi. Padahal sudah kita pahami bersama bahwa system ribawi dari tinjauan syariah merupakan praktek haram dan merupakan dosa besar. Dari tinjauan operasionalnya juga sangat berbahaya bagi pengusaha. System ribawi selain mensyaratkan bunga yang telah ditetapkan juga tidak memperdulikan apakah pengusaha rugi ataupun untung. Kalau untuk harus siap berbagi dan porsi yang cukup besar pula bagi pihak bank. Kalau rugi, maka pengusaha siap-siap untuk gulung tikar atau bangkrut. Dalam system kapitalisme jika bank yang mengalami ancaman pailit maka pemerintah akan sangat peduli dan sekuat mungkin memberikan bantuan bailout. Tetapi untuk pengusaha-pengusaha kecil yang beroperasi di sector riil sering pemerintah membiarkan saja hingga mengalami kebangkrutan.

Sulitnya bahan baku dan bahan bakar

Sulitnya menetapkan harga produk yang bersaing dan terjangkau juga terkait erat dengan ketersediaan bahan baku dan mahalnya bahan bakar produksi. Dengan kapitalisme, lagi-lagi pengusaha dirugikan dengan sulitnya mencari bahan baku yang murah dan berkualitas serta mahalnya bahan bakar produksi (BBM dan Listrik).

Bahan baku garmen dan manufaktur masih banyak diperoleh dari mengimpor. Pemerintah harusnya membuat kebijakan yang strategis dengan mengupayakan pengadaan bahan baku dalam negeri sehingga lebih murah dan tetap berkualitas. Begitu pula dalam penyedian bahan bakar produksi. Dengan mengambil alih seluruh usaha bidang migas dari asing dan mengelola sendiri tentu akan sangat berpengaruh pada harga bahan bakar produksi. Harga bahan bakar produksi dapat ditekan menjadi lebih murahh.

Penutup

Telah tampak bahwa dilema upah di DKI Jakarta dan Indonesia pada umumnya adalah karena diterapkannya system birokrasi bobrok dan kapitalisme. Sistem pengupahan yang adil hanya mungkin terwujud ketika syariah islam benar-benar diterapkan secara kaffah. Wallahu a’lam

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 21, 2013 in Me and Analysis