RSS

Dialog Mahasiswa “SEKS BEBAS SEMAKIN GILA”

20 Feb

IFKMM STKS Bandung memasuki hari yang kedua dalam pelaksanaannya. Salah satu agenda yang akan dilaksanakan pada hari ini adalah Dialog Mahasiswa, dimana yang menjadi pembicara adalah mahasiswa itu sendiri. sedangkan audiennya adalah juga berasal dari mahasiswa. Latar belakang dilaksanakan acara ini karena melihat faktor bahwa sebagai calon penerus bangsa, tentunya mahasiswa harus dipersiapkan dengan baik yang meliputi knowledge, skills, values, dan yang tidak kalah pentingnya adalah mahasiswa dipersiapkan secara mental untuk dapat menyampaikan informasi yang didapatnya kepada para audien.

Hari ini yang bertepat tanggal 14 Februari 2013 yang merupakan moment  berharga bagi tiap insan remaja. Bertepatan dengan waktu pelaksanaan inilah, panitia akan membahas masalah-masalah sosial yang salah satunya disebabkan oleh moment penanggalan hari ini di seluruh dunia. Topik yang akan diangkat dalam Dialog Mahasiswa sebagai rangkaian kegiatan IFKMM STKS Bandung ini adalah “SEKS BEBAS SEMAKIN GILA”. Pemilihan topik perbincangan ini tidak lepas dari fakta bahwasannya perilaku seks bebas yang dilakukan oleh remaja terutama di wilayah Jawa Barat sudah sangat mengkhawatirkan. Apalagi dalam pekerjaan sosial sendiri masalah-masalah yang timbul dari perilaku seks bebas sangat memilukan, salah satunya penyakit AIDS, hamil diluar nikah yang menyebabkan aborsi, dan sebagainya. Dengan adanya acara sebagai sebuah langkah dari organisasi (UKM) KMM STKS Bandung untuk memerangi perilaku Seks Bebas yang semakin merebak di Indonesia. Apalagi moment yang dipilih saat ini sangat riskan terjadinya perilaku seks bebas. Sebagai lembaga dakwah yang menyerukan untuk kembali kepada Islam, KMM STKS Bandung, akan berusaha dengan gigih menyerukan amar ma’ruf nahi munkar berkaitan dengan apa yang telah ditetapkan dalam Al Quran dan As Sunah. Tentunya dimulai dari lingkungan kampus STKS Bandung terlebih dahulu.

Untuk dapat membahas topik dalam Dialog Mahasiswa yang dilaksanakan di aula lantai 1 STKS Bandung yang bertepatan pada pukul 13.15-15.15 WIB, dipilihlah beberapa orang dari tokoh mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan baik yang sifatnya internal maupun eksternal. Pembicara dari mahasiswa yang diundang antara lain

  1. Muhammad Ramdan S Tanaeo (Wakil Presiden Mahasiswa STKS Bandung)
  2. Rendiansyah Putra Dinata (Presiden Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia)
  3. Syaroful Anam (Kepala Keluarga Mahasiswa Muslim STKS Bandung)

Ketiga tokoh mahasiswa ini yang akan membahas topik diatas kepada para audiens yang terdiri dari beberapa kelas di STKS yang berjumlah sekitar 40 orang mahasiswa.

Berbicara mengenai fakta bahwa seks bebas semakin meluas terjadi di Indonesia khususnya pulau jawa. Salah satu pembicara menyebutkan bahwa setengah dari pelajar di Jabodetabek sudah pernah melakukan seks sebelum menikah. Ini meruapkan sebuah fakta yang sangat mengejutkan. Dimana pelajar yang seharusnya fokus untuk belajar justru melakukan perilaku yang tidak sepatutnya dilakukan pada masa ini. Ketiga pembicara sepakat bahwa keberadaan seks bebas terutama dikalangan remaja di Indonesia sudah semakin mengkhawatirkan.

Salah satu penyebab terjadinya seks bebas dinilai bahwa sudah lunturnya nilai-nilai agama yang seharusnya dimiliki oleh setiap muslim untuk membentengi diri. Lunturnya nilai-nilai ini diakibatnya semakin tinggi pengaruh globalisasi di Indonesia, mulai dari budaya, teknologi, dan pendidikan. Faktor penyebab lain timbulnya seks bebas juga berasal dari faktor keluarga yang tidak memberikan perhatian yang cukup kepada anaknya. Sehingga anak melakukan segala sesuatunya tanpa kendali dari keluarga. Apalagi melihat fakta bahwa justru media sosial menjadi salah satu penyebab utama timbulnya seks bebas. Kebijakan pemerintah yang tidak tegas pun berdampak bagi timbulnya seks bebas salah satunya kebijakan pemakaian kondom oleh Menteri Kesehatan beberapa waktu yang lalu, dengan dalih untuk mengurangi penderita HIV/AIDS. Padahal dengan mengeluarkan kebijakan seperti ini secara tidak langsung pemerintah telah melegalkan seks bebas itu sendiri.

Akhir pembicaraan dalam Dialog Mahasiswa ini, ketiga pembicara mempunyai beberapa solusi yang ditawarkan kepada para audiens.

  1. Pendekatan minat dan bakat bagi setiap individu. Dengan demikian individu tersebut akan disibukkan dengan kegiatan-kegiatan positif sehingga tidak menjerumuskan ke perilaku seks bebas.
  2. Selalu memberikan edukasi/penyadaran kepada remaja tentang bahayanya seks bebas. Kegiatan edukasi ini dilakukan melalui organisasi tiap pembicara.
  3. Melihat semakin lunturnya Islam dalam kehidupan masyarakat maka penting meningkatkan pemahaman masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam secara universal baik dari tingkat individu, keluarga, komunitas, masyarakat, dan bernegara. Karena dengan pemahaman dan pengamalan Islam yang benar dan kaffah diharapkan masalah-masalah seperti perilaku seks bebas dapat dikurangi dan dihilangkan. (Wallohu a’lam bishshowab)
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 20, 2013 in Me and Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: