RSS

Kajian KMM Khusus Ikhwan (KAWAN)

06 Mar

KAWAN dan KAMUS (05 Maret 2013)

Dengan pemateri Ust. Ruman, yang dilaksanakan di Masjid Al Ihsan STKS Bandung setiap hari Selasa

Mafahim merupakan pemahaman seseorang berkaitan dengan hidup, alam semesta, dan manusia. Mafahim seseorang sangat menentukan terhadap perilaku dan pemikirannya dalam menjalani kehidupan di dunia. Mafahim dibentuk berdasarkan proses pengindraan dan pemikiran seseorang atas fakta yang terjadi saat ini dan menjadikan sebuah ideologi yang melandasi pemikiran tersebut.

Pacaran sebagai sebuah fakta yang ada saat ini dikalangan masyarakat antara pria dan wanita. Mafahim yang berlandaskan atas ideologi tertentu terkait dengan pacaran akan berbeda. Sekulerisme memandang bahwa pacaran merupakan hal yang biasa-biasa saja dan lumrah terjadi untuk membina interaksi yang baik antara dua individu (pria dan wanita), tidak hanya itu pacaran merupakan aktivitas yang menyenangkan untuk dilakukan. Sedangkan Islam memandang hal tersebut sebagai sebuah kemaksiatan.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al Isra : 32)

Untuk mendekatinya saja, manusia dilarang, apalagi melakukannya. Salah satu bentuk mendekati zina berdasarkan ayat tersebut adalah pacaran. Larangan melakukan pacaran karena dapat menimbulkan khalwat yang mengarahkan kedua individu tersebut melakukan perzinaan.

Faktanya saat ini justru pacaran merupakan hal yang sedang tren saat ini. Bahkan ada kemungkinan bahwa orang yang tidak memiliki pacara adalah orang yang tidak tampan atau cantik secara fisik. Anggapan seperti ini merupakan keliruan yang dapat menjerumuskan manusia kedalam kesesatan hidup. Hal ini wajar saja karena mafahim masyarakat saat ini sudah sangat mengkhawatirkan karena berkiblat kepada masyarakat barat yang cenderung liberal dan sekuler. Jika hal ini dibiarkan terus maka akan menimbulkan  fasad (kerusakan).

Secara lahiriah dan psikis, pria dan wanita adalah individu-individu  yang berbeda.  Sehingga menimbulkan peran dan tugas yang berbeda. Perbedaan ini  yang menjadikan kekhasan keduanya. Ada yang berperan sebagai pencari nafkah, ada pula sebagai pengatur kebutuhan keluarga. Lahirnya seorang anak manusia disebabkan interaksi antara pria dan wanita yang diikat dengan tali pernikahan. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa kedua individu tersebut berperan untuk  saling melengkapi dalam kehidupan sosial.

Dengan memahami peran dan tugasnya masing-masing yang diikuti dengan keimanan dan ketaqwaan kepada ALLOH  SWT dapat mengantarkan individu kepada kemuliaan.

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. (QS Al Hujurot : 13)

Taqwa merupakan syarat seseorang untuk kehidupan yang penuh dengan rahmat dan ridho dari ALLOH SWT.  Wajah yang tampan dan cantik pun pada akhirnya akan menua dan berkeriput. Jabatan yang tinggi pun akan kita tinggalkan suatu saat nanti ketika masa-masa pensiun telah tiba. Seseorang yang sangat pintar dan cerdas  tidak akan membantu dalam menjawab pertanyaan yang ditanyakan malaikat Munkar dan Nakir. Harta yang banyak tidak akan pernah menemani saat kita berada dalam ruangan gelap nan sempit di alam kubur. Jadi dapat disimpulkan ketampanan, kecantikan, kepintaran, kekayaan, dan tingginya jabatan bukan merupakan sebuah jaminan bagi tiap individu untuk memperoleh ketaqwaan. Ketaqwaan akan dapat diraih dengan beribadah yang tulus ikhlas kepada ALLOH serta menjauhi diri atas perkara-perkara yang dilarang-Nya. Firman ALLOH SWT :

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka  dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Al Baqorah : 2-5)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 6, 2013 in Me and Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: