RSS

Kajian KMM Khusus Ikhwan (KAWAN)

11 Mar

KAJIAN IKHWAN (26 Februari 2013)

Dengan pemateri Ust. Ruman, yang dilaksanakan di Masjid Al Ihsan STKS Bandung setiap hari Selasa

Pengantar Sistem Pergaulan Islam

Islam adalah agama yang diturunkan oleh Alloh SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang mengatur hubungan antara manusia dengan sang Pencipta, dengan dirinya sendiri, dan dengan sesama. (Nizhomul Islam, Syeikh Taqiyuddin An Nabhani). Dapat disimpulkan bahwa Islam merupakan sebuah ajaran yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek kehidupan manusia dalam Islam adalah mengatur hubungan antara pria dan wanita (An Nizhomul Al Ijtima’i). An Nizhomul merupakan bagian dari sistem sosial yang ada dalam kehidupan manusia (Anzimah Al Mujtama’).

An Nizhomul Al Ijtima’i fil Islam (Peraturan pergaulan Islam) adalah sistem yang mengatur pergaulan pria dan wanita atau sebaliknya serta mengatur hubungan/interaksi yang muncul dari pergaulan tersebut dan segala sesuatu yang tercabang dari hubungan tersebut. Sistem ini diatur berdasarkan dalil-dalil yang terdapat dalam AL Quran dan As Sunah. Beberapa bentuk pergaulan yang diatur dalam Islam meliputi :

  1. Pergaulan pria dan wanita, contoh : Berkomunikasi, bertemu, bertatap muka.
  2. Hubungan yang muncul dari pergaulan tersebut, contoh : Menikah, Poligami, Mahram.
  3. Segala sesuatu yang tercabang dari hubungan tersebut, contoh : Azl, Talak, Nasab, Lian, Perwalian, Pengasuhan anak, Silaturahim.

Pemahaman masyarakat terhadap pergaulan pria dan wanita dalam Islam sangat beragam. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang berasal dari eksternal maupun internal individu itu sendiri. Dalam kitabnya, Syeikh Taqiyuddin An Nabhani seorang mujtahid mutlak, membagi dua golongan atas perbedaan pemahaman tersebut yakni:

  1. Tafridh (orang yang melampaui batas dalam pergaulan)

Ketika peradaban barat muncul dan menyerang kaum muslim. Saat ini kaum muslim dicekoki dengan pemikiran barat, contoh liberalisme. Sehingga pemahaman umat islam akan agamanya sendiri menjadi sangat jauh terkait pandangan dan peraturan hidup islam atas interaksi pria dan wanita. Sebagai contoh adalah pria dan wanita yang melakukan Ikhtilaf (campur baur) dalam berinteraksi,  berkhalwat (berdua-duaan), dan wanita yang berlebih-lebihan dalam merias diri (tabaruj).

2.   Ifrath (orang yang terlalu ketat dalam pergaulan)

Orang-orang yang ifradh adalah orang-orang dengan pemahaman yang masih sangat ekslusif seperti menganggap wanita tidak boleh bertemu dengan pria sama sekali. Ada juga yang berpandangan bahwa seluruh aurat wanita adalah aurat termasuk muka dan telapak tangan.

Fakta Pergaulan di Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan umat Islam terbanyak di dunia yakni lebih dari 80 persen dari total penduduk Indonesia saat ini. Akan tetapi jumlah umat Islam yang banyak belum tentu mencerminkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan landasan konstitusi Islam. Pada faktanya, saat ini umat Islam yang ada di Indonesia sangat jauh dari pemahaman akan Islam. Bahkan banyak diantara mereka menganggap bahwa Islam dapat dibicarakan ketika hanya berada dalam masjid, majelis taklim, atau pelajaran agama Islam saja. Tentu pandangan seperti ini sangat keliru. Firman Alloh SWT, “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (Al Maidah (5) : 3). Alloh melalui firman-Nya ini  telah memberitahukan kepada manusia bahwa Islam merupakan agama yang lengkap yang mengatur kehidupan manusia terhadap tiga hal yakni Al-Kholiq, dirinya, dan sesama manusia.

Jauhnya kaum muslim terhadap cahaya petunjuknya yakni Islam menjadikan mereka berpijak pada aturan hidup yang sangat rapuh dan rusak (baca: sistem demokrasi). Dengan sistem saat ini manusia memiliki hak untuk mengatur kehidupannya sendiri dengan membuat aturan-aturan yang berasal dari akal mereka. Padahal aturan-aturan tersebut  jikalau bersandar pada akal manusia maka akan kacau.

Berkaitan dengan interaksi pria dan wanita, Indonesia tidak mengatur hal tersebut sesuai dengan Islam. Hal tersebut dikembalikan kepada setiap individu dengan dalih Hak Azazi Manusia (HAM). Selama perbuatan/perilaku yang dilakukan tidak merugikan orang lain, perbuatan tersebut sah untuk dilakukan. Salah satu faktanya adalah seks bebas. Seks bebas merupakan hubungan seks yang dilakukan oleh pria dan wanita tanpa ada ikatan pernikahan. Menurut Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), bila tahun-tahun sebelumnya penyebab utama HIV/AIDS adalah narkoba suntik, sekarang ini telah bergeser ke perilaku seks bebas dengan proporsi sekitar 55 persen.  Padahal, diketahui bahwa pelaku seks bebas sebagiannya adalah remaja (muda-mudi).  Survey yang pernah dilakukan menyebutkan separuh gadis di Jabodetabek tak perawan lagi.  Sedangkan di Surabaya, remaja perempuan lajang yang kegadisannya sudah hilang mencapai 54 persen, di Medan 52 persen, Bandung 47 persen, dan Yogyakarta 37 persen (BKKN. go. id , 2010).  Data tersebut menunjukkan kemirisan dan kebobrokan moral manusia terlebih lagi menunjukkan jauhnya kaum muslim dari Islam.

Rusaknya moral manusia tidak hanya disebabkan oleh kurangnya pemahaman manusia akan Islam, akan tetapi negara juga telah ikut andil dalam penghancuran moral warganya. Beberapa waktu yang lalu Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, mengeluarkan sebuah kebijakan penggunaan kondom. Tujuannya adalah untuk menurunkan angka penderita HIV/AIDS. Secara tidak langsung pemerintah telah mengisyaratkan kepada warganya “apabila mau melakukan seks bebas maka harus menggunakan kondom”. Kebijakan ini merupakan pelegalan terhadap aktivitas seks bebas di Indonesia.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (TQS. Ar Ruum [30]

Berdasarkan petunjuk ayat di atas, pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja tentu akan menimbulkan kerusakan bagi masyarakat karena melanggar aturan Allah SWT.  Dan saat ini, hal tersebut telah terbukti bahwa dengan tingginya angka HIV/AIDS dan meningkatnya angka kematian ibu dan janin akibat aborsi serta penyakit menula.  Dengan demikian, nyatalah apa yang seharusnya menjadi fokus bagi penyelesaian persoalan ini, yaitu mencegah pergaulan (seks) bebas di kalangan muda-mudi.

Solusi Islam Menjaga Pergaulan Pria dan wanita

Islam memandang bahwa peran negara sangat penting dalam mengatur hubungan pria dan wanita. Untuk itu negara berkewajiban menerapkan sistem yang mampu menangkal semua bentuk serangan yang bisa memunculkan rangsangan seksual dengan cara mengawal penerapkan hukum-hukum pergaulan yang disyariatkan Allah SWT.  Hukum-hukum tersebut diantaranya :

  1. Perintah baik kepada laki-laki maupun perempuan agar menundukkan pandangannya serta memelihara kemaluannya (QS an-Nûr [24]: 30-31). Jika timbul rasa ketertarikan pada lawan jenis sementara yang bersangkutan belum mampu untuk melakukan pernikahan maka dianjurkan untuk menahannya dengan puasa. Sementara bagi yang telah mampu untuk menikah sangat dianjurkan untuk menikah.
  2. Perintah agar memisahkan kehidupan laki-laki dan perempuan serta mencegah ikhtilat (campur baur). “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, kerana yang ketiganya ialah syaitan.” (HR.Ahmad)
  3. Islam mendorong untuk segera menikah. Dengan demikian, pembatasan hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan hanya terjadi dalam perkawinan yang dimulai pada usia yang relatif muda saat gharizah an-nau’ (naluri melestarikan jenis) mulai bergejolak. Adapun bagi yang belum mampu menikah, maka agar mereka memiliki sifat ‘iffah (senantiasa menjaga kehormatan) dan mampu mengendalikan diri (nafsu).
  4. Perintah untuk mengenakan pakaian yang bisa menjaga kehormatan bagi laki-laki dan perempuan ketika mereka berada di kehidupan umum. Perempuan diwajibkan meggunakan jilbab (baju kurung terusan dari atas hingga menutup kakinya) dan kerudung. Laki-laki pun harus menutup aurat sebagaimana batasan yang telah ditetapkan syariah.
  5. Islam juga telah menetapkan kehidupan khusus (rumah dan semisalnya) hanya terbatas bagi perempuan dan para mahramnya saja. Dengan demikian, Islam telah meminimalisisr berbagai tindak asusila di tempat-tempat pribadi yang kini banyak dilakukan muda-mudi.
  6. Larangan khalwat (berdua-duaan), zina dan memberikan sanksi sesuai hukum syariah.
  7. Larangan bagi kaum perempuan untuk ber-tabarruj (QS an-Nûr [24]: 60)
  8. Larangan bagi seorang perempuan untuk bepergian jauh kecuali dengan mahrom. “Tidak halal seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir melakukan perjalanan selama sehari semalam, kecuali jika disertai mahram-nya.” (HR Muslim).
  9. Larangan bagi laki-laki dan perempuan untuk saling berpegangan tangan atau berciuman karena bisa membangkitkan naluri seksual dan mendekati zina (QS. Al Isra [17] : 32)
  10. Islam membatasi interaksi antar lawan jenis sebatas hubungan yang sifatnya umum, seperti muamalat atau tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa, bukan aktivitas saling mengunjungi antara laki-laki dan perempuan atau aktivitas lain yang bisa memunculkan rangsangan seksual (seperti curhat antar lawan jenis).
  11. Islam juga telah memerintahkan kepada kaum kaum laki-laki dan perempuan agar menjauhi tempat-tempat syubhat (meragukan) dan agar bersikap hati-hati sehingga tidak tergelincir ke dalam perbuatan maksiat kepada Allah.
  12. Islam memerintahkan negara untuk memberi sanksi kepada semua pelaku yang terbukti merusak tatanan pergaulan baik dengan tindakan maupun dengan memunculkan berbagai media dan sarana kepornoan.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 11, 2013 in Me and Islam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: