RSS

Tsunami bukan BENCANA, tapi PETUNJUK

15 Mar

Masih lekat diingatan kita akan sebuah peristiwa besar terjadi pada awal-awal  abad 21 ini. Tepatnya pada penghujung tahun 2004.  Akibatnya hampir seluruh bagian daratan bumi serambi Mekkah Aceh tertutupi oleh genangan air. Genangan air itu bukannya berasal dari air sungai yang meluap atau tingginya curah hujan, akan tetapi berasal dari gelombang air laut yang mencapai tinggi 9 meter. Naiknya gelombang air laut disebabkan adanya perubahan bentuk dasar laut di kedalaman samudra Hinda.

Peristiwa tersebut berhasil  menarik seluruh perhatian dunia saat itu. Berbagai media pemberitaan nasional tiada henti-hentinya memuat berita setiap harinya. Tidak juga lupa, begitu banyaknya simpati yang diberikan dunia dengan mengirimkan relawan dan bantuan baik pangan, sandang, obat-obatan, serta peralatan evakuasi korban.

Peristiwa itu adalah TSUNAMI…

Tsunami berasal dari bahasa jepang yakni tsu yang berarti pelabuhan dan nami yang berarti gelombang. Menurut situs resmi BMKG, mengatakan bahwa tsunami merupakan gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada laut. Gangguan impulsif tersebut terjadi akibat adanya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba dalam arah vertikal  atau dalam arah horizontal. Perubahan tersebut disebabkan oleh tiga sumber utama, yaitu gempa tektonik, letusan gunung api, atau longsoran yang terjadi di dasar laut. Dari ketiga sumber tersebut, di Indonesia, gempa merupakan penyebab utama .

Tsunami menyebabkan banyak kerugian yang sangat banyak. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah yang terjadi di Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Di Indonesia, diperkirakan lebih dari 126.000 jiwa yang meninggal akibatnya. Menurut, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memperkirakan kerugian akibat gempa dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara mencapai US$ 4-4,5 miliar.

Pelajaran dari Seorang Teman

Beberapa waktu lalu, seorang teman yang berasal dari aceh menceritakan tentang peristiwa naas yang merenggut ratusan ribu korban jiwa. Beliau menceritakan bagaimana keadaan tempat tinggalnya yang berjarak tiga kilometer dari bibir pantai. Akibat peristiwa tersebut banyak diantara orang-orang yang beliau kenal tewas di sekitar tempat tinggalnya. Namun sungguh, datangnya ajal kepada setiap insan adalah rahasia dari Sang Kholiq, Alloh Azza Wa Jalla. Teman dan keluarganya tidak berada di rumah yang ada dikawasan tersebut. Saat itu, rumah tersebut sedang disewa oleh orang lain. Sehingga teman saya dan keluarganya tidak terkena dampak dari ancaman gelombang tsunami tersebut.

Setelah berbicara cukup banyak, sampailah perbincangan itu disebuah statment (baca : kalimat) yang benar-benar mengejutkan kami. Sebuah kalimat untuk dijadikan sebuah pelajaran yang sangat berarti bagi umat manusia. Sarat akan nasihat dan peringatan bagi setiap manusia yang datang dari Yang Maha Mengatur seluruh alam semesta ini. Kalimat tersebut adalah TSUNAMI yang merupakan kepanjangan dari Tuhan (Alloh SWT) Suruh Umat Nabi Muhammad Insaf.

Ibroh dari Peristiwa Tsunami

Indonesia  merupakan suatu wilayah dimana kaum muslim sebagai penduduk yang mayoritas di dalamnya. Tidak hanya di wilayah ini saja bahkan diseluruh wilayah di dunia, kaum muslim Indonesia dikatakan sebagai  kaum muslim terbanyak. Jumlahnya pun mengalahkan banyaknya kaum muslim di tempat ajaran Islam diturunkan pertama kalinya.  Menurut Kementerian Agama, jumlah umat Islam di wilayah Indonesia sebesar 207.176.162 jiwa  dan  jumlah tempat ibadah bagi kaum muslim yakni masjid sebanyak 239.497 unit.

Berbicara kaum muslimin berarti erat dengan sosok yang mulia yang menyebarkan ajaran. Sosok tersebut adalah Nabi Muhammad SAW. Beliau yang mendapatkan amanah dari Alloh SWT untuk menyampaikan risalah Islam. Tugas yang mulia ini harus disebarkan hingga ke seluruh pelosok dunia dengan bantuan para pengikutnya. Begitu banyak pengorbanan yang harus diberikan demi tegaknya kemulian Islam di muka bumi ini.

Nama Muhammad pun dikaitkan dengan untaian nasihat dari kata Tsunami yakni Tuhan (Alloh SWT) Suruh Umat Nabi Muhammad Insaf. Sebuah untaian kata yang mengandung arti yang sangat mendalam. Kata-kata ini mengisyaratkan kepada kita bahwa ada sesuatu yang salah yang sedang dilakukan oleh kaum muslim sebagai umat dari Nabi Muhammad SAW saat ini. Kesalahan yang mungkin kebanyakan dari kaum muslim sendiri tidak menyadari akan kesalahan yang telah diperbuat. Atau ada pula yang menyadari namun tetap berdiam diri.

Ajaran Islam yang telah dirisalahkan Alloh SWT kepada Nabi Muhammad merupakan ajaran yang sudah sangat lengkap. Sebagaimana firman Alloh SWT “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (Al Maidah (5) : 3). Alloh SWT melalui firman-Nya ini  telah memberitahukan kepada manusia bahwa Islam merupakan agama yang lengkap yang mengatur kehidupan manusia terhadap tiga hal yakni Al-Kholiq, dirinya, dan sesama manusia. Syaikh Taqiyuddin An Nabhani dalam kitabnya Nizhomul Islam, mengatakan bahwa hubungan manusia dengan dengan Kholiq-nya tercakup dalam perkara aqidah dan ibadah; hubungan manusia dengan dirinya tercakup dalam perkara akhlak, makanan, dan pakaian. hubungan manusia dengan sesamanya tercakup dalam perkara mu’amalah dan uqubat (sanksi).

Hubungan manusia dan Kholiq-nya yang mencakup perkara aqidah dan ibadah saat ini telah terlaksana. Umat Islam sudah menyadari bahwa Alloh adalah robb  yang patut disembah dan dipuja. Begitu pula perkara-perkara ibadah, umat islam menyadari pentingnya menjaga sholat wajib setiap harinya. Memasuki bulan ramadhan yang penuh dengan barokah, umat islam melakukan puasa dan mengeluarkan sedikit dari hartanya untuk membayar zakat.  Ketika memasuki bulan dzulhijjah, kaum muslim yang datang dari berbagai belahan bumi ke baitulloh yang terletak di kota Mekkah.

Hubungan manusia dengan dirinya yang mencakup akhlak, makanan, dan pakaian pun saat ini dapat dilihat.  Larangan untuk melakukan ghibah, sombong, riya, kikir, rakus telah dibicarakan di tiap-tiap majlis taklim, pengajian, khutbah. Begitu pula dengan makanan, Islam mensyaratkan bahwa setiap makanan yang dikonsumsi harus adalah seseuatu yang halal menurut syariah. Dan faktanya, kebanyakan makanan di Indonesia harus melakukan uji kehalalan dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) sebelum didistribusikan ke pasar. Sedangkan pakaian, banyak kaum muslim yang sudah menyadari dan melaksanakan berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam.

Hubungan manusia dengan sesama, yang meliputi mu’amalah dan uqubat. Perkara yang terakhir ini sampai saat ini belum dilaksanakan oleh kaum muslim sejak runtuhnya institusi yang melindunginya pada tahun 1924. Perkara ini merupakan bagian dari ketaatan manusia yang harus dipenuhi kepada Alloh SWT. Mu’amalah dan uqubat  sangat berkaitan erat dengan berbagai bidang yang ada dalam kehidupan masyarakat yakni politik, ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya. Faktanya saat ini baik dibidang politik, ekonomi, sosial dan budaya belum dilaksanakan sesuai dengan aturan Islam. Yang justru dilaksanakan saat ini politik dengan sistem demokrasi , dimana kedaulatan ada di tangan rakyat yang diwakilkan segelintir orang di parlemen. Sehingga dapat membuat peraturan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan orang-orang yang ada didalamnya. Walaupun peraturan tersebut, sangat bertentangan dengan Islam, dimana Islam mengajarkan kedaulatan hanya berada ditangan hukum syara yang berasal dari Al Quran dan As Sunah. Sebagai contohnya, minuman keras masih diizinkan beredar, perzinaan yang masih dilegalisasi melalui tempat lokalisasi. Padahal, kita ketahui semua hal tersebut sangat bertentangan dengan Islam. Ekonomi yang kapitalis yang dibuktikan riba masih merajarela. Firman Alloh SWT :

“…Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS. Al Baqoroh : 275)

Sehingga tidak mengherankan kalau orang yang kaya akan semakin bertambah kekayaannya sedangkan orang yang miskin akan semakin melarat. Dan sosial budaya yang masih berbau liberal dimana cara berpakaian, berperilaku, berhubungan dengan sesama yang terbawa arus globalisasi yang berpaham liberalisme.  Bahkan di beberapa negara di bagian barat dunia ini sudah melegalisasi pernikahan sesama jenis, bahkan juga ada yang melakukan pernikahan dengan hewan peliharaannya. Padahal semua itu sangat bertentangan dengan Islam dimana Alloh SWT melaknat orang-orang yang melakukan hal tersebut. Inilah yang kemudian  menyebabkan kehancuran yang melanda negeri ini.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (TQS. Ar Ruum [30]

Inilah firman Alloh, atas terjadinya peristiwa yang banyak merenggut nyawa tahun 2004 tersebut. Seharusnya kita menyadari bahwa dengan mentaati Alloh-lah kita akan memperoleh keberkahan yang luar biasa. Sebagaimana firman-Nya:

Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96)

Sebagai bentuk keimanan dan ketaqwaan, sudah semestinya kita melaksanakan seluruh ajaran Islam yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ummatnya dengan kaffah (menyeluruh). Wallohu a’lam Bishshowab. (TR)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 15, 2013 in Me and True Stories

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: